Kabupaten Pasuruan
Kabupaten Pasuruan,
adalah kabupaten yang terletak di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Pusat
pemerintah berlokasi di Bangil, Pasuruan. Kabupaten ini berbatasan dengan
Kabupaten Sidoarjo dan Laut Jawa di utara, Kabupaten Probolinggo di timur,
Kabupaten Malang di selatan, Kota Batu di barat daya, dan Kabupaten Mojokerto
di barat.
Kabupaten ini memiliki berbagai budaya, makanan, dan ciri
khas dari Kabupaten ini. Berikut ulasan sekilas tentang budaya, makanan, dan
ciri khas Kabupaten Pasuruan :
A. Budaya
1.
Terbang Bandung
Tari Terbang Bandung adalah drama tari tradisional khas rakyat Pasuruan yang merupakan perkembangan dari seni hadrah. Terbang Bandung ini dimainkan oleh 2 orang atau lebih yang disebut grup ‘Terbang’. Drama tari Terbang Bandung ini merupakan perbandingan permainan instrumen, kecakapan menari, dan kemegahan tata busana antara dua grup terbang yang sedang bertanding.
Tari Terbang Bandung yang ada saat ini
merupakan hasil modifikasi dalam bentuk tarian lepas yang telah ditingkatkan
nilai artistiknya namun masih tetap mempertahankan karakteristik aslinya. ‘
Terbang Gandrung ‘ yang semua pemainnya wanita, merupakan tari kreasi baru yang
beaker dari Tari Terbang Bandung.
Seni Hadrah Al Banjari merupakan suatu
seni yang bernafaskan Islam. Disebut Al Banjari karena alat terbang serta
aturan memukul terbangnya berasal dari Banjarmasin. Meskipun berasal dari luar
daerah, kesenian ini sudah memasyarakat di Kota Pasuruan. Keistimewaan Hadrah
Al Banjari terletak pada suaranya yang bertalu-talu ditambah suara bas, jika
dicermati mirip musik samba dari Brasil. Hadrah Al Banjari ini sering dimainkan
untuk memeriahkan acara sunatan, pernikahan dan pada peringatan hari-hari besar
umat Islam seperti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
B. Makanan
1.
Kupang dan Sate Kerang
Kupang adalah makanan sejenis kerang yang dimasak dengan campuran bumbu bawang putih, untuk menghidangkan biasanya dicampur dengan petis kupang, jeruk nipis , lontong dan irisan lento, bila suka bisa ditambahkan cabe rawit, lebih mak nyus dimakan dengan Sate Kerang . Untuk minumannya bisa Es Degan Hijau, disamping segar es degan bisa meminimalisir alergi kupang & kerang. Makanan Khas Pasuruan ini bisa dijumpai di sepanjang jalan Ir. Juanda dan Pasar Kraton.
2.
Kue Klepon
Apakah Anda pernah bepergian melewati kota Pasuruan, khususnya wilayah Gempol? Jika Anda jalan-jalan ke kota Malang atau Surabaya, pasti akan menemukan satu lokasi penjual makanan khas kota Pasuruan yang bernama klepon, lupis dan cenil. Banyak amat namanya ya? Hahaha. Memang demikian adanya. Mungkin dengan pertimbangan pengiritan biaya produksi dan promosi, ketiga jajanan pasar ini pada umumnya dijual oleh pelaku bisnis skala UKM sebagai satu paket. Mereka terkumpul dalam satu lokasi yang disebut sentra UKM Gempol.
Makanan yang paling disukai pembeli
adalah klepon. Klepon dibuat dari tepung beras ketan yang dibentuk bulatan
kecil dengan isian gula merah. Setelah dibentuk bulat, adonan klepon direbus
dalam air mendidih. Klepon disajikan dengan parutan kelapa di atasnya. Sejumlah
penjual kreatif menambahkan parutan keju chedar sebagai penarik minat pembeli.
Sensasi kenyal adonan bercampur dengan “letusan” gula merah
3.
Kue Cenil
Cenil adalah salah satu jajanan rakyat yang terbuat dari tepung tapioka atau ketela pohon. Adonan cenil dibentuk bulat, bulat memanjang ataupun kotak dengan aneka warna cerah seperti merah, kuning dan hijau muda. Setelah dibentuk, adonan cenil direbus ke dalam air yang mendidih. Penyajian mirip dengan klepon, yaitu diberi taburan kelapa parut di atasnya.
4.
Lupis
Yang keempat adalah lupis. Warga Surabaya menyebut sebagai klanting. Lupis terbuat dari tepung beras yang dicampur dengan perasan air jeruk nipis, garam dan sedikit gula. Adonan dibentuk memanjang dengan kedua ujung meruncing. Setelah direbus di dalam air yang mendidih sampai matang, adonan lupis disajikan dengan parutan kelapa muda dan disiram dengan saus yang terbuat dari larutan gula kelapa. Ada kalanya penyajian lupis disertai dengan lepet, yaitu makanan sejenis cenil namun terbuat dari bahan tepung ketan dengan kandungan air lebih banyak.
C. Ciri Khas
1.
Batik Pasuruan
Sejarah berkembangnya Batik Pasuruan
sudah sejak jaman nenek moyang. Namun sempat mengalami kemunduran dan
dikembangkan kembali sekitar tahun 1999. Sampai saat ini terdapat sekitar 60
pebatik yang tersebar di kelurahan Bugul Kidul dan Tembokrejo. Selain itu
terdapat Desa Wisata Batik Pasuruan letaknya di desa Jagil, Kecamatan Prigen,
Kabupaten Pasuruan.
Keberadaan batik di Indonesia memang sudah
menyatu kuat dengan denyut nadi kehidupan masyarakat Indonesia. Hampir di
seluruh daerah di Indonesia dapat ditemukan mahakarya ini dengan ciri khasnya
masing-masing. Tidak terkecuali Kota Pasuruan yang menonjolkan corak kembang
sirih dan burung kepodangnya. Motif ini dijadikan ikon Kota Pasuruan, dan sudah
dijadikan seragam wajib bagi seluruh siswa sekolah dasar yang ada di Pasuruan.
Batik Pasuruan, meski terbilang masih
tertinggal dengan daerah lain yang lebih dikenal akan motif batiknya. Dengan
objek keindahan wisata Pasuruan yang sudah banyak dikenal, para pengrajin pun
menuangkannya dalam lukisan batik. Beberapa motif yang cukup dikenal adalah
batik sedap malam, jumputan bromo, dan bunga krisan. Pilihan nama yang
mengesankan karena namanya unik dan indah.







No comments:
Post a Comment